Privatisasi PT Semen Indonesia

1. Profil PT Semen Indonesia (Semen Gresik)
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (dahulu PT Semen Gresik (Persero) Tbk) adalah pabrik semen yang terbesar di Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 2012, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi berganti nama dari sebelumnya bernama PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Saat ini kapasitas terpasang Semen Indonesia sebesar 16,92 juta ton semen per tahun, dan menguasai sekitar 46% pangsa pasar semen domestik. Semen Indonesia memiliki anak perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.
Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera, Jawa dan Sulawesi menjadikan Semen Indonesia mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub distributor dan toko-toko. Selain penjualan di dalam negeri, Semen Indonesia juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island, Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar.

2. Pertimbangan Pemilihan Kebijakan Privatisasi di PT Semen Indonesia
Sesuai dengan UU No 19/2003 dan PP 33/2005 persero yang dapat diprivatisasi sekurang-kurangnya memenuhi kriteria salah satunya sektor usahanya kompetitif. Dan kriteria ini sesuai dengan PT Semen Indonesia yang bidang usaha bergerak di sector yang kompetitif. Siap dan mudah dijual dengan harga yang kompetitif, Saham SMGR bergerak naik 100 ke 6950 dan cukup aktif diperdagangkan Bidang usaha perseroan ini mempunyai pesaing-pesaing dalam negeri maupun luar negeri yang cukup berat. Banyak perusahaan-perusahaan semen di Indonesia berkompetisi di dalam negeri untuk memikat atau menarik minat konsumen. Seperti : PT.Indocement Tunggal Prakarsa, PT.Semen Cibinong (Holchim), PT.Semen Bosowa (Semen Bosowa) dll. Jika perusahaan semen milik Negara dalam hal ini PT Semen Indonesia tidak melakukan peningkatan kualitas produk maupun pelayan maka bukan tidak mungkin Badan Usaha Milik Negara ini akan mengalami kehancuran yang mengakibatkan keuangan Negara semakin memburuk. Sedangkan fungsi BUMN adalah sebagai instrumen penyeimbang bagi negara untuk menjamin bekerjanya mekanisme pasar secara berkeadilan.Dengan adanya privatisasi, pihak luar baik swasta maupun masyarakat umum dapat membeli saham perseroan. Kepemilikan saham atas swasta dan masyarakat akan membuat perseroan bisa meningkatkan kualitas perusahaan karena modal yang didapat atas penjualan saham bisa digunakan untuk peningkatan kualitas tersebut. Tidak hanya itu, control manajemen perusahaan pun bisa dilakukan dengan baik karena pemilik saham tidak ingin uang yang dia investasikan merugi.
PT Semen Indonesia juga tidak bergerak dibidang yang secara khusus harus dikelola oleh BUMN. Bidang yang secara khusus harus dikelola oleh BUMN adalah bidang yang mengusai hajat hidup orang banyak, seperti : air dan listrik. Maka dari itu privatisasi dapat dilakukan pada perseroan ini.
Pertimbangan lain yang dilakukan dalam pemilihan kebijakan di PT Semen Indonesia dilakukan untuk mempertimbangan kriteria yang sesuai, seperti :
1) Adanya penurunan rasio yang cukup tajam (50%). Dapat memberikan indikasi positif dalam kinerja perusahaan, dimana kontribusi rata-rata laba terhadap penjualan selama kurang lebih dua tahun.
2) Indikasi daya saing yang meningkat, ditunjukkan dalam aset penjualan.
3) Peningkatan profitabilitas operasi, efisiensi operasi, dan turunnya leverage perusahaan.

3. Tujuan Privatisasi di PT Semen Indonesia

Seperti tujuan privatisasi yang dijelaskan dalam jurnal Agus Raharyo, dimana diantaranya berupa meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan public, mengurangi campur tangan langsung pemerintah. serta memberikan kebebasan memilih “kekuatan pasar” yang dapat menyediakan tekanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi. Hal itu pula yang dapat ditemukan dalam tujuan privatisasi PT Semen Indonesia, yang mana tujuan secara umum nya adalah guna meningktakan efisiensi dan efektifitas agar dapat berdaya saing baik di sector nasional maupun internasional. Dimana kemampuan perusahaan untuk dapat berdaya saing dilakukan melalui pembenahan-pembenahan pengrurusan dan pengawasan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Dengan begitu dapat dikethui jika adnya privatisasi bukan hanya dalam rangka memperoleh dana segar, melainkan untuk menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme dalam diri BUMN yang menjurus pada penerapan konsep efektif dan efisien.
Untuk hal mengurangi campur tangan pemerintah langsung mengingat bahwa begitu banyaknya fokus pemerintah, tidak hanya sector pada pembenahan BUMN namun juga sector sosial, dll nya dengan begitu membuat semakin menguatkan konsep bahwa peran pemerintah hraus sedikit dikurangi dengan msauknya sector swasta di dalam pembangunan dalam BUMN. Di dalam PT Semen Indonesia di tunjukan dengan kebijkan pemerintah untuk melepas sebagian sahamnya kepada pihak swasta, yang mana saat ini pemerintah menguasai 51% saham di PT Semen Indonesia. Ini ditujukan salah satunya agar memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk dapat berpartisispasi dalam pembnbgunan BUMN dan diharapkan dapat terciptanya taranspaaransi.
Dalam hal memberi kebebasan memilih “kekuatan pasar” untuk meningktkan efisiensi pada PT Semen Indonesia, dapat terlihat dari adanya proses tender serta pemilihan mitra strategis yang dilakukan dengan dua tahap. Dimana dengan adanya itu memberikan kesempatan seluas-luasnya pada semua kalangan untuk dapat berpasrtisipasi di dalamnya serta memberikan banyak pilihan pada PT Semen Gresik yang nantinya akan terpilih untuk dapat bergabung dalam mitra strategis PT Semen Gresik. Tender ini dimennagkan oleh Cemex pada proses sleksi tahap pertama karena pada 25 Juni 1998 hanya ada 2 perusahaan yang memasukan penawaran harga untuk membeli 35% saham pemerintah yaitu cemex dengan harga penawaran US$ 1,38 persaham sedangkan lawannya yaitu Heidelberger CBR US$ 1,20 per saham. Dengan begitu maka Cemex yang mempunyai penawaran tertinggi dinyatakan sebgai calon terbaik di tahap pertama.
Namun tidak hanya berhenti disitu, tetapi juga masih terdapat penawaaran harga tahap dua. Dimana para calon mitra strategis lain diberi kesmpatan untuk memasukan penawaran harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan penwaran harga Cemex. Belum berakhir seleksi tahap dua ini muncul keberatan dari sebgaian masyartkat menganai kepemilikan saham yang terlalu banyak di PT Semen Indonesia, maka dri itu pemerintah melkuakan negosiasi dengan Cemex dan di hasilkan keputusan bahwa Cemex menawarkan harga US$ 1,38 per saham untuk 14% penjuala sahm pemerintah. Yang mana pada proses seleksi tahap kedua diikuti oleh 3 calon di samping Cemex yaitu : (1) Heidelberger CBR (Jerman/Belgia) (2) Holderbank (Swiss) dan (3) LaFarge (Perancis). Pada batas waktu yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 28 Sepetember 1998, tidak ada bid tahap kedua yang dimasukan oleh ketiga calon tersebut untuk menawarkan harga yang lebih tinggi dari pada harga penawaan Cemex. Dengan demikian maka Cemex ditetapkan sebagai pemenang final

4. Cara Privatisasi di PT Semen Indonesia
Privatisasi yang dilakukan pada PT Semen Indonesia adalah dengan cara Penjualan saham berdasarkan ketentuan Pasar Modal. Penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal ini dilakukan melalui penawaran umum (IPO). Cara ini sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2010 tentang Cara Privatisasi, Penyusunan Program Tahunan Privatisasi, dan Penunjukan Lembaga dan/atau Profesi Penunjang Serta profesi lainnya. Privatisasi melaui pasar modal yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia pada tahun 1991 dilakukan atas beberapa pertimbangan. Menurut (Bastian,2002) antara lain adalah :
1. Kondisi pasar modal pada saat itu sedang baik (bullish)
2. Untuk perluasan usaha diperlukan dana yang besar untuk mengurangi beban keuangan Negara. Cara yang paling baik adalah dengan menghimpun dana melalui penjualan saham pemerintah di BEJ
3. Meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan. Melalui penjualan saham kepad public akan tercipta adanya transparansi manajemen sehingga perusahaan akan lebih berorientasi kepada bisnis dan profesionalisme. Hasil akhir yang diharapkan akan memaksa pengelola untuk lebih efisien dan menyederhanakan operasi perusahaan dan mengurangi biaya produksi
4. Mengurangi campur tangan birokrasi terhadap pengelolaan perusahaan
5. Setelah go public, maka campur tangan aparat birokrasi dapat lebih dikurangi, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
Proses persiapan go public PT Semen Indonesia diawali dengan persiapan intern perusahaan (house keeping), penunjukan penjamin emisi (underwriter), beserta seluruh lembaga penunjangnya, public expose atau road show, proses perdagangan perdana, dan terakhir kegiatan pasca penjualan perdana (after market service) (Bastian, 2002).
Proses IPO PT Semen Indonesia mendapat tanggapan yang cukup besar dari calon investor luar negeri. Hal ini terlihat dari porsi saham untuk asing yang sempat habis sebelum tanggal penutupan. Pada saat IPO tahun 1991 PT Semen Indonesia berhasil menarik dana sebesar Rp 280 miliar dengan menjual 40 juta saham (26,07%) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 1991. Dana tersebut digunakan untuk mendanai perluasan kapasitas produksi sebesar 1,6 juta ton.
Sebelum penjualan saham dilakukan, pemerintah memiliki 65% saham Semen Indonesia. Dalam proses pelaksanaan divestasi (penjualan saham), struktur transaksi mengalami perubahan. Pada struktur awal, pemerintah merencanakan menjual 35% sampai 40% saham yang dimilikinya kepada mitra strategis dan mitra strategis juga membeli tambahan saham yang dimiliki public melalui tender offer, sehingga mitra strategis memperoleh kepemilikan mayoritas sebesar 51% setelah transaksi diselesaikan. Perubahan dilakukan atas struktur awal ini sebagai tanggapan atas keberatan masyarakat dengan adanya kepemilikan mayoritas dari mitra strategis asing. Dalam struktur final, pemerintah hanya menjual 14% saham yang dimilikinya kepada mitra strategis, dengan demikian pemerintah tetap menjadi pemegang saham mayoritas 51% dalam PT Semen Indonesia.
Privatisasi melalui pasar modal pada PT Semen Indonesia dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan kontrol publik, independensi, serta kinerja BUMN, dengan tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas Pemerintah dikarenakan perusahaan ini merupakan perusahaan yang besar.

E. Dampak Privatisasi di PT Semen Indonesia
Dampak privatisasi dalam PT Semen Indonesia tidaklah jauh berbeda dari dampak privatisasi secara umum. Seperti kajian teori dalam bab sebelumnya, menurut jurnal yang ditulis oleh Kuntoro Mangkusubroto dampak privatisasi ada 4 antara lain :

1. Dampak peningkatan kinerja perusahaan

Privatisasi yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia dengan cara melakukan penawaran umum pada tahun 1991 atas 40.000.000 (empat puluh juta) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 1.000,00 (seribu Rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp. 7.000,00 (tujuh ribu Rupiah) setiap saham. Dana hasil Penawaran Umum,seluruhnya dipergunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan dana pembangunan pabrik semen baru di Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas 2,3 juta ton semen per tahun, dan untuk Proyek Optimalisasi Pabrik II Gresik untuk meningkatkan kapasitas dari 1 juta ton semen per tahun menjadi 1,3 juta ton semen per tahun serta meningkatkan efisiensi pemakaian tenaga listrik dan bahan bakar.
Pada tahun 1995 perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham. Hasil Penawaran Umum Terbatas I Sekitar 74% dipergunakan untuk membiayai pengalihan 100% saham milik Negara Republik Indonesia di PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, dengan total nilai transaksi sebesar Rp. 1.063.929.600.000,00. Sekitar 5% dipergunakan untuk menambah penyertaan modal Perseroan di PT Semen Padang yang digunakan PT Semen Padang untuk membayar sebagian hutang modal kerjanya. Sekitar 21% dipergunakan untuk membiayai proyek perluasan yang dilakukan oleh Perseroan (Tuban II dan Tuban III) dan PT Semen Padang (Indarung V).
Peningkatan kapasitas produksi pada PT Semen Indonesia Tbk juga diimbangi dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam hal sisi bahan baku dan produk, teknologi dan proses produksi.. Dengan persaingan di era global ini maka BUMN harus meningkatkan kualitas produknya serta jaringan pasar, bukan hanya pada tingkat nasional tetapi juga di pasar global, sehingga ada pembanding yang meningkatkan daya saing bagi BUMN. Transformasi dan inovasi PT Semen Indonesia Tbk dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan net profit margin (margin laba bersih) dari Rp 300 miliar menjadi Rp 3 triliun lebih. Langkah transformasi dan inovasi mampu mengerek kinerja secara signifikan. Inovasi di tubuh BUMN mutklak diperlukan di tengah iklim persaingan usaha yang kian ketat. Hampir semua BUMN kini sudah tidak bisa memonopooli usaha karena pintu perdagangan kini sudah dibuka lebar untuk pelaku usaha swasta yang disebabkan oleh adanya privatisasi. Karena itu privatisasi yang sudah dilakukan harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik agar bisa memaksimalkan peningkatan kinerja perusahaan.

2. Dampak berkurangnya utang Negara

Negara tidak sanggup untuk memiliki perseroan dengan biaya tinggi atau tidak efisien, terutama perseroan yang bidang usahanya adalah kompetitif dan dapat dikelola lebih baik oleh swasta. Privatisasi adalah bagian dari reformasi struktural yang akan menolong bangsa Indonesia keluar dari resesi saat ini, terutama dengan penyerahan pengelolaan sektor-sektor yang tidak menyangkut hajat hidup orang banyak. Privatisasi di PT Semen Indonesia sedikit banyak telah mengurangi beban Negara terhadap pembiayaan BUMN. Privatisasi menciptakan investor baru yang tentu akan berupaya untuk bekerja secara efisien, sehingga mampu menciptakan laba yang optimal,serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik kepada pemerintah melalui pembayaran pajak dan pembagian keuntungan.
Saat ini, dari 60 juta ton konsumsi semen di Indonesia, kontribusi Semen Indonesia sekitar 25 persen, yakni 26,5 juta ton per tahun (Kompas, Januari 2013). Dengan kontribusi yang demikian itu PT Semen Indonesia secara tidak langsung dapat menekan jumlah utang Negara dengan memenuhi kebutuhan semen dalam negerinya.

3. Dampak bagi konsumen

Privatisasi PT Semen Indonesia akan memperbaiki kualitas jasa dan produk yang menguntungkan bagi konsumen. Perbaikan kualitas ini diperoleh dengan adanya kepemilikan saham yang tidak hanya dimiliki oleh pemerintah, sehingga kualitas produk tidak tertekan oleh biaya. Mutu produk dan jasa yang diberikan PT Semen Indonesia memberikan kepuasan bagi konsumen, ini terbukti pada 10 Februari 2012 PT Semen Gresik (Persero) Tbk meraih Superbrand 2012 sebagai merek yang banyak diminati oleh masyarakat. Superbrand sebagai otoritas independent international dan pengawas branding, memberikan penghargaan atas merek- merek terbaik lebih dari 90 negara di seluruh dunia. Untuk itu, Semen Gresik terus meningkatkan kualitasnya, agar Semen Gresik tetap menjadi produk yang berkualitas bagi masyarakat. Namun disamping itu dengan adanya privatisasi berdampak pada harga jual produk menjadi lebih mahal. PT Semen Indonesia bergerak di bidang kompetitif yang otomatis penentuan harganya pun berdasarkan persaingan pasar.

4. Dampak bagi pekerja

Privatisasi diharapkan dapat memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru kepada BUMN, sehingga BUMN akan mampu memberikan sarana kepada para karyawan untuk terus melakukan pembelajaran dan terus mengambangkan diri, sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Sebagai badan usaha milik Negara PT Semen Indonesia juga mengadakan pelatihan-pelatihan bagi karyawannya. Dari hasil profitisasi perusahaan PT Semen Indonesia juga memberikan penghargaan Tanda Ikatan Batim (TIB) kepada karyawannya yang mengabdi selama masa tertentu berupa emas 24 karat sesuai masa kerjanya. Dengan peningkatan hasil produksi yang sangat signifikan, penghargaan yang diberikan kepada para karyawan dapat memberikan motivasi untuk terus bekerja dengan baik dan berkualitas. Dengan kata lain keuntungan yang diperoleh dari hasil privatisasi salah satunya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, selain untuk meningkatkan kualitas produk tentunya.

F. Keuntungan dan Kerugian Privatisasi di PT Semen Indonesia
Mengingat bahwa keberadaan BUMN di Indonesia merupakan suatu asset yang potesial dalam mendatangkan penerimaan APBN, maka dibutuhkan suatu pengembangan dalam diri BUMN agar dapat berdaya saing yang dilakukan melalui pembenahan pengurusan dan pengawasan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), dimana dalam penerapan GCG ini terdapat unsur transparansi perusahaan, seperti apa yang di jelaskan oleh (Gayle, 1990) dalam Jurnal yang ditulis Oswar Mungkasa. Yang mana salah satu usaha untuk mengefektifkan tata kelola BUMN adalah dengan adanya privatisasi. Program privatisasi BUMN merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program restrukturisasi BUMN atau upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN yang merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan agar dapat bersaing baik di bagian domestic maupun global. Hal ini mengingat bahwa dalam rangka pelaksanaan restrukturisasi, privatisasi menjadi salah satu instrumen yang penting untuk mendorong proses tersebut. Privatisasi sebagai salah satu bentuk restrukturisasi, dilakukan bukan hanya dalam rangka memperoleh dana segar, melainkan untuk menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme dalam diri BUMN.
Selain untuk mengefektifkan tata kelola BUMN, privatisasi memiliki manfaat lain seperti seperti mendatangkan sumber penerimaan APBN. Dengan adanya privatisasi maka dapat mengurangi keterkaitan birokrasi, karena peran negara terhadap BUMN dapat dikatakan salah kaprah. Dimana peran negara terhadap BUMN dicampur adukan antara bisnis dan politik. Hubungan ini cenderung dilematis dan tidak mudah, karena aktor di dalam politik cenderung memaksimumkan kekuasaannya. Dengan iklim politik yang cenderung menjadikan BUMN sebagai lumbung uang bagi segelintir penguasa dan parpol tertentu. Untuk itu maka kebijakan yang transparan dan bertanggung jawab merupakan wujud yang dinanti-nantikan dalam mengurangi keterkaitan birokrasi di dalamnya dengan memberikan kesempatan pada masyarakat (public) untuk secara lanhgsung berpartisipasi atau mengontrol keberlanjutan BUMN.
Dari beberapa hal di atas jika dikaitkan dengan privatisasi di PT Semen Gresik, maka diketahui beberapa keuntungan berupa dengan adanya sumber dana baru yang masuk dapat mempercepat penerapan GCG (Good Corporate Governance ) melalui tata kelola yang baik dalam perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan, perbaikan kualitas jasa dan produk, dengan begitu maka dapat menaikan nilai perusahaan. Di sisi lain privatisasi di PT Semen Indonesia yang memberikan kesempatan pada pihak luar negeri untuk berpartisipasi dalam menenmkan modal mereka dapat mendatangkan keuntungan berupa bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimana ini dapat membantu dalam penerapan GCG (Good Corporate Governance ) agar dapat berjalan sukses.
Selain itu privatisasi pada PT Semen Indoensia dapat menjadikan perusahaan ini dapat bersaing baik di bagian domestic maupun global. Dimana PT Semen Indonesia memperoleh akses pemasaran ke pasar global, yang di tunjukan dengan adanya peningkatan tajam atas volume ekspor perusahaan dari 563 ribu ton pada tahun 1997 menjadi 1,8 juta ton pada tahun 1998, yang di perkirakan akan terus menigkat di tahun-tahun mendatang. Dimana peningkatan volume ekspor ini dipengaruhi dengan adanya kerjasama pemasaran melalui jaringan internasional yang dimiliki oleh cemex di luar negeri.
Di lain hal PT Semen Indonesia ini terbukti unggul misalnya saja semen Gresik memiliki kapasitas produksi terbesar, pangsa pasar yang luas yang ditunjukan dengan hingga akhir 2009, Semen Gresik menguasai 40,9% pasar semen nasional. Volume penjualan terbesar berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera. Ditambah dengan strategi perseroan yang akan memperluas pasarnya ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Semen Gresik menjajaki akuisisi Cement Industries of Malaysia Bhd (CIMA), yang menguasai 18% pasar semen di Malaysia. Karenanya saham perseroan ini beranjak meningkat, yang tentunya memberikan keutungan bagi pemerintah. Selain itu juga memberikan keutungan berupa menjadi salah satu sumber pemasukan dalam penerimaan APBN.
Serta dalam peningkatan partisipasi atau control masyarakat terhadap keberlanjutan BUMN tersebut dnegan memberikan kesempatan pada public sebagai pemilik saham BUMN tersebut. Yang pastinya terlihat, privatisasi PT Semen Gresik ini dapat digunakan sebgaai salah satu sumber masukan untuk APBN. Dimana pemerintah saat ini memiliki saham sebesar 51% dalam PT Semen Gresik yang sisanya berupa 25,53% diberikan pada cemex dan 23,47% pada masyarakat. Dari sisi kerugian privatisasi dapat diketahui bahwa dengan adanya privatisasi BUMN seperti apa yang telah terjadi pada PT Semen Gresik ini dapat menjadikan harga semen menjadi mahal. Seperti apa yang diungkapkan oleh Shirley dan Neils (1992) sebelumnya bahwa adanya campur tangan sector swasta dapat membuat kurangnya kepedulian pada kesejahteraan masyarakat, karena menekannkan pada provit oriented, sehingga menyebabkan harga semen menjadi menigkat.
sedangkan apa yang diungkapkan oleh Kagami (1999) bahwa dengan adanya privatisasi dapat menjadikan peran pekerja berkurang akibat adanya dukungan dari pihak luar negeri untuk segera menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini sedikit banyak mengusik kenyamanan para pegawai PT Semen Gresik. Dimana karena mereka merasa posisinya mulai terancam akibat adanya pengaruh sector luar negeri, yang mana mulai mempengaruhi perusahaan untuk penggunaan teknologi dalam tata kelola pemerintahan mereka agar berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu pada tahun 2002 silam meraka melakukan demo untuk menentang adanya privatisasi di PT Semen Indonesia ini. Yang kabarnya saham PT Semen Gresik (saat itu) akan berpindah ke tangan cemex sebesar 51%
di sisi lain privatisasi di PT Semen Indonesia ini menimbulkan adanya kesempatan KKN. Dimana diawali dengan adanya prospek yang bagus dari PT Semen Gresik yang melihat bahwa BUMN ini mengalami peningkatan volume ekspor dari tahun ke tahun akbiat terbukanya akses pemasaran ke pasar global. Tentunya menjadi incaran banyak calon pemegang saham untuk mencari keutungan, namun tidak hanya para calon pemegang saham saja yang ingin mencari keutungan dari kesuksesan PT Semen Gresik “calo” pun ingin meraup keuntungan dri perusahaan untuk diri mereka sendiri dengan melakukan manupulasi harga yang dilakukan oleh Tiga perusahaan sekuritas yang ditunjuk pemerintah menjadi penasihat keuangan dalam privatisasi Semen Gresik yaitu Jardine Fleming Nusantara, Danareksa dan Bahana.

DAFTAR PUSTAKA

Buku
Bastian, Indra. 2002. Privatisasi di Indonesia: Teori dan Implementasi. Jakarta : Salemba Empat
Moeljono, Djokosantoso. 2004. Reinvensi BUMN. Jakarta : Elex Media Komputindo
R.Ibrahim. 1997. Prospek BUMN dan Kepentingan Umum. Bandung : Citra Aditya Bakti
Rafick, Ishak, 2010. BUMN Expose. Jakarta: Ufuk Press
Istanto, Bambang. 2011. Privatisasi Dalam Model Public Private Paternship. Jakarta: Mitra Wacana Media
Habibullah. 2009. Kebijakan Privatisasi BUMN: Relasi State, Market and Civil Society. Malang : Averroes Press
Jurnal
Mangkusubroto, Kuntoro. 2011. Privatisasi Sebagai kecenderungan Lingkungan Usaha BUMN. Jurnal Manajemen Teknologi. Vol.10
Nugroho, Riant. 2003. Analisa Privatisasi BUMN di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol.6. No.3
Raharyo, Agus. 2003. Dilema Privatisasi BUMN. Jurnal Ilmu Ekonomi.
Disertasi dan Thesis
Mungkasa, Oswar. 2003. Dampak Privatisasi di Indonesia: Studi Kasus Dampak Privatisasi PT Telkom Indonesia.
Internet
PT Semen Gresik. http://www.semengresik.com
Kementerian BUMN. http://www.bumn.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s